Panduan Minum Kopi Saat Sahur Supaya Puasa Tetap Nyaman

Senin, 23 Februari 2026 | 09:30:08 WIB
Panduan Minum Kopi Saat Sahur Supaya Puasa Tetap Nyaman

JAKARTA - Bagi banyak orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian yang sulit dipisahkan. Aroma dan rasanya memberi efek menyegarkan, terutama saat tubuh masih mengantuk di pagi hari. 

Ketika bulan Ramadhan tiba, kebiasaan ini sering terbawa hingga waktu sahur. Secangkir kopi hangat di dini hari terasa menggoda untuk membantu membuka mata sebelum kembali beraktivitas atau bersiap menjalani puasa seharian.

Namun, tidak sedikit yang merasa ragu. Apakah minum kopi saat sahur aman untuk tubuh? Benarkah kopi bisa membuat lebih cepat haus di siang hari? Kekhawatiran ini muncul karena kopi dikenal mengandung kafein yang memiliki efek tertentu pada tubuh.

Kabar baiknya, kopi tetap bisa dinikmati saat sahur asalkan dikonsumsi dengan bijak. Kuncinya terletak pada porsi, waktu minum, jenis kopi, serta kondisi tubuh masing-masing. Dengan memahami cara yang tepat, kopi tidak harus menjadi penyebab puasa terasa berat.

Berikut tujuh tips aman minum kopi saat sahur agar puasa tetap lancar dan nyaman.

Kenali Efek Kafein pada Tubuh

Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat. Itulah sebabnya setelah minum kopi, tubuh terasa lebih segar dan fokus meningkat. Efek ini tentu membantu bagi mereka yang harus beraktivitas sejak pagi, seperti bekerja, belajar, atau mengurus rumah tangga.

Namun, kafein juga memiliki efek diuretik ringan. Artinya, kafein dapat merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, risiko dehidrasi bisa meningkat dan rasa haus dapat muncul lebih cepat saat puasa.

Setiap orang memiliki tingkat toleransi kafein yang berbeda. Ada yang tetap merasa nyaman meski minum kopi, ada pula yang langsung merasakan efek seperti jantung berdebar atau perut tidak nyaman. Karena itu, penting memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap kopi, terutama saat dikonsumsi di waktu sahur.

Batasi Hanya Satu Cangkir

Menikmati kopi saat sahur sebaiknya tidak berlebihan. Cukup satu cangkir saja, terutama jika jenis kopi yang dikonsumsi cukup pekat. Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat memicu jantung berdebar, rasa gelisah, hingga gangguan lambung.

Selain itu, terlalu banyak kopi juga bisa memengaruhi kualitas istirahat setelah sahur. Sebagian orang masih memiliki waktu untuk tidur kembali sebelum memulai aktivitas. Jika kafein yang masuk terlalu banyak, tubuh bisa sulit rileks dan tidur menjadi kurang nyenyak.

Padahal, istirahat yang cukup sangat penting selama Ramadhan. Kurang tidur dapat membuat tubuh mudah lelah, konsentrasi menurun, dan daya tahan tubuh melemah. Dengan membatasi kopi hanya satu cangkir, risiko efek samping bisa ditekan.

Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ringan

Jenis kopi yang dipilih juga berpengaruh terhadap kenyamanan saat puasa. Jika lambung sensitif, sebaiknya hindari kopi hitam pekat saat sahur. Pilih kopi dengan kadar kafein lebih rendah atau varian decaf yang mengandung kafein minimal.

Alternatif lain adalah menambahkan sedikit susu agar rasa kopi lebih lembut di lambung. Susu dapat membantu mengurangi iritasi yang mungkin muncul akibat sifat asam pada kopi.

Bagi yang memiliki riwayat maag atau GERD, pemilihan jenis kopi menjadi sangat penting. Kopi yang terlalu kuat bisa memicu asam lambung naik dan menyebabkan rasa perih atau tidak nyaman sepanjang hari. Dengan memilih jenis yang lebih ringan, risiko gangguan lambung dapat diminimalkan.

Jangan Minum Saat Perut Kosong

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung minum kopi begitu bangun tidur. Dalam kondisi perut kosong, kopi dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Hal ini berpotensi menyebabkan nyeri ulu hati, mual, atau rasa tidak nyaman.

Sebaiknya, konsumsi makanan utama sahur terlebih dahulu. Pastikan menu sahur mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta sedikit lemak sehat agar energi bertahan lebih lama. Setelah makanan masuk ke lambung, barulah kopi bisa dinikmati.

Cara ini membantu melindungi dinding lambung dari efek iritasi. Selain itu, tubuh juga memiliki cadangan energi yang cukup sebelum menerima stimulasi dari kafein.

Pastikan Hidrasi Cukup

Karena kopi memiliki efek diuretik ringan, penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Pastikan minum satu hingga dua gelas air putih sebelum atau setelah menikmati kopi.

Hidrasi yang cukup membantu mencegah dehidrasi selama puasa. Kekurangan cairan bisa menyebabkan sakit kepala, tubuh lemas, hingga sulit berkonsentrasi.

Pola minum yang bisa diterapkan adalah membagi asupan air sejak berbuka hingga sahur. Jangan menunggu haus untuk minum. Dengan cairan yang tercukupi, efek diuretik kopi tidak akan terlalu berdampak signifikan pada tubuh.

Dengarkan Respons Tubuh

Setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Ada yang tetap merasa segar dan nyaman setelah minum kopi saat sahur, tetapi ada juga yang mengalami efek kurang menyenangkan.

Jika setelah minum kopi muncul gejala seperti jantung berdebar, perut perih, rasa cemas, atau sulit tidur, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak cocok menerima kafein di waktu tersebut. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya kurangi porsi atau hentikan konsumsi kopi saat sahur.

Mendengarkan respons tubuh adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan selama Ramadhan. Puasa seharusnya dijalani dengan nyaman, bukan dengan rasa tidak enak badan.

Perhatikan Waktu Istirahat

Kafein dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam. Jika Anda berencana tidur kembali setelah sahur, sebaiknya pilih kopi yang tidak terlalu pekat atau pertimbangkan untuk tidak minum kopi sama sekali.

Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi sebelum menjalani aktivitas harian. Kurang istirahat dapat membuat puasa terasa lebih berat, terutama menjelang siang atau sore hari.

Mengatur waktu istirahat dengan baik sama pentingnya dengan mengatur pola makan dan minum. Dengan kualitas tidur yang terjaga, tubuh akan lebih siap menjalani puasa.

Pada akhirnya, minum kopi saat sahur bukanlah hal yang dilarang. Yang terpenting adalah cara mengonsumsinya. 

Dengan membatasi porsi, memilih jenis yang lebih ringan, tidak meminumnya saat perut kosong, menjaga hidrasi, serta memperhatikan respons tubuh, kopi tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas sahur tanpa mengganggu kelancaran puasa.

Pendekatan yang seimbang dan penuh kesadaran akan membantu menjaga tubuh tetap fit selama Ramadhan. Dengan begitu, sahur tetap nikmat, energi terjaga, dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar hingga waktu berbuka tiba.

Terkini